The Wedding Of

Yung & Noya

Selasa, 30 Desember 2025

Kepada Yth:

Tamu Undangan

Di Tempat

"Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

(Matius 19:6)
Countdown Timer

Hari Bahagia

Days
Hours
Minutes
Seconds

Pasangan

Mempelai

The Groom

Yohanes Santoaryo Agung

Putra Kedua dari
Bapak Damianus Nabit
& Ibu Emiliana Daiman

The Bride

Maria Normayanti Dela Nangkur

Putri Pertama dari
Bapak Eduardus Fransiskus Nangkur
& Ibu Maria Fatima Goreti Ani

Waktu & Tempat

Pernikahan

Dengan memohon rahmat dan kasih Tuhan, kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri acara pernikahan kami:

30
12
25

Pemberkatan Nikah

Acara Resepsi

30
12
25

0ur Moment

Wedding Galleri

Love Story

"Antara Kupang, Aimere, dan Dermaga yang Membius"

Lautan Sawu sore itu tampak tenang, namun jantung Noya tidak. Di atas dek kapal yang membelah ombak dari Kupang menuju Aimere, ia tak sengaja berbagi sandaran pagar dengan seorang pemuda bernama Yung. Keduanya sama-sama mahasiswa yang sedang menikmati euforia libur semester. Percakapan mengalir begitu saja, terbawa angin laut—mulai dari keluh kesah kuliah hingga impian masa depan.

Saat kapal perlahan merapat di pelabuhan tujuan, ada kecanggungan yang manis di antara mereka. Tepat sebelum kaki melangkah turun, Yung mengeluarkan ponselnya dengan jurus klasik yang sedikit "modus".

"Noya, foto yang tadi di dek bagus sekali. Sini, minta nomor WhatsApp kamu, nanti biar aku kirim fotonya lewat situ," ujar Yung sambil tersenyum tipis. Noya hanya tertawa kecil, tahu betul itu alasan agar komunikasi tak terputus, namun ia tetap memberikan nomornya.

Dua Bulan yang Penuh Warna Sejak saat itu, layar ponsel Noya tak pernah sepi. Jarak bukan masalah karena mereka selalu terhubung. Lewat pesan singkat, mereka membangun dunia sendiri:

Berbagi cerita: Dari menu makan siang hingga dosen yang menyebalkan.

Adu Pantun: Saling melempar rima jenaka yang membuat keduanya tersenyum di depan layar.

Gombalan: Rayuan-rayuan manis yang awalnya hanya candaan, namun perlahan mulai terasa nyata di hati.

Pertemuan Singkat di Kupang Dua bulan berlalu, libur semester usai. Noya kembali ke Kupang. Setibanya di pelabuhan, sosok yang selama ini hanya ada di layar ponsel sudah berdiri menantinya. Yung menjemput Noya, mengantarnya kembali ke kos dengan penuh perhatian.

Keesokan harinya, Yung muncul lagi di depan tempat tinggal Noya. Kali ini, ia membawa "harta karun" dari kampung halamannya di Manggarai. "Ini oleh-oleh sedikit, biar kamu tidak lupa rasa Manggarai," ucap Yung saat memberikan bungkusan itu. Pertemuan itu begitu hangat, seolah menjadi awal dari sesuatu yang lebih serius.

Kehilangan yang Tiba-Tiba Namun, takdir punya rencana lain yang sulit dimengerti. Setelah pertemuan sore itu, pesan-pesan dari Yung perlahan melambat, lalu berhenti total. Tidak ada penjelasan, tidak ada kata pamit.

Yung menghilang seperti buih di lautan Sawu.

Dua tahun berlalu. Nama yang dulunya memenuhi daftar chat teratas Noya kini tenggelam jauh ke bawah. Mereka kembali menjadi dua orang asing yang hanya menyimpan kenangan tentang rute Kupang-Aimere. Foto di dek kapal itu masih ada, namun orang di dalamnya telah memilih untuk menempuh rute hidup yang berbeda tanpa suara)

"Babak Baru, Antara Dinginnya Januari dan Hangatnya Penantian"

Dua tahun adalah waktu yang cukup lama untuk mengubur rasa, namun ternyata tidak cukup kuat untuk menghapus jejak Noya dari ingatan Yung. Tepat pada 25 Desember, saat lonceng gereja berdentang menyambut Natal, Yung memberanikan diri mengetuk kembali pintu hati Noya melalui sebuah pesan singkat.

"Selamat merayakan Pesta Natal kaks," tulisnya dengan jemari gemetar.

Balasan Noya singkat, "Iyo nn, Selamat Natal juga e." Dingin. Singkat. Namun bagi Yung, itu adalah lampu hijau yang ia butuhkan. Meski setelah itu Noya merespon dengan cuek, Yung tidak mundur. Ia hadir setiap hari—lewat sapaan pagi, telepon yang kadang tak terjawab, hingga video call yang hanya ditanggapi seadanya. Yung sedang menebus dosanya yang menghilang tanpa kabar dua tahun lalu.

Kejutan di Detik Pertama 2025 Malam pergantian tahun tiba. Saat kembang api mulai memecah langit, tepat jam 12:00, ponsel Noya bergetar hebat. Sebuah pesan panjang dari Yung masuk, berisi doa-doa tulus untuk tahun yang baru. Namun, di baris terakhir, jantung Noya seakan berhenti berdetak sejenak.

"Enu kalau boleh jujur aku sebenarnya nyaman agu ite ga, ngoeng ite jadi pacar daku ko?" (Enu, sejujurnya aku merasa nyaman denganmu, maukah kamu jadi pacarku?)

Noya tersenyum di balik layar, antara kaget dan tidak percaya. "Huaaa emang boleh tembak pas tahun baru? 🔥🔥" candanya. Namun saat Yung menagih kepastian, Noya memilih untuk menarik ulur perasaannya. "HTS aja dulu. Jalani saja dulu," jawabnya singkat.

Kecewa? Tentu. Yung merasa dadanya sesak. Namun, rasa sayangnya jauh lebih besar daripada rasa egonya. Ia tetap setia, tetap mencari Noya, dan tetap menjadi orang pertama yang menanyakan kabar, meski status mereka masih menggantung di awan-awan.

Pelabuhan Aimere: Saksi Pertemuan Kembali Tanggal 21 Januari menjadi pembuktian segalanya. Noya harus kembali ke Kupang untuk urusan ijazah dan kemudian pulang melalui rute yang sama seperti pertemuan pertama mereka. Yung tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Di Pelabuhan Aimere, tempat yang pernah menjadi saksi bisu perpisahan mereka, Yung sudah berdiri menanti. Saat sosok Noya muncul di antara kerumunan penumpang yang turun dari kapal, waktu seolah melambat. Dua tahun lebih mereka asing, dan tiga bulan terakhir hanya bersua lewat sinyal. Kini, mereka berdiri berhadapan secara nyata.

Tidak ada lagi kata-kata cuek. Senyum Yung mengembang sempurna saat ia melihat Noya. Ia menjemputnya, memastikan Noya merasa aman, dan menemani perjalanan panjang itu dari pelabuhan hingga tiba di Lembor. Sepanjang jalan menuju Lembor, udara pegunungan yang sejuk seolah merestui mereka. Bagi Yung, bisa menjemput dan mengantar Noya kembali adalah kemenangan kecil yang jauh lebih manis daripada sekadar status di atas kertas.

"Detik-Detik Menuju "I Do"

Persiapan di Benteng Jawa sudah mencapai puncaknya. Noya, yang awalnya datang hanya karena rasa penasaran dan hobi jalan-jalannya, kini menyadari bahwa perjalanan terjauh dan terbaik yang pernah ia tempuh adalah perjalanan menuju hati Yung.

Keluarga besar Yung di Benteng Jawa sudah sibuk menyiapkan hidangan khas untuk menyambut Noya dan Yung. suasana haru sekaligus bahagia yang menyelimuti rumah mereka.

Momen Refleksi Yung & Noya: Duduk di teras rumah sambil memandang perbukitan Benteng Jawa, Yung bergurau pada Noya:

"Dulu aku jemput kamu di Aimere cuma bawa badan dan motor, bahkan sampai pinjam baju saudaramu di Lembor. Tapi nanti, tanggal 30 Desember, aku akan membawa seluruh janji dan hidupku untuk kamu."

Noya hanya tersenyum, menyadari bahwa pertemuan tak sengaja di pelabuhan itu telah berubah menjadi pelabuhan terakhir bagi mereka berdua. Satu tahun yang penuh warna dari pesiar ke Pantai Watu Weri hingga restu yang mengalir dari kedua keluarga besar.

Happy Ending (And A New Beginning)

Tepat pada tanggal 30 Desember 2025, di bawah saksi alam Manggarai yang indah dan restu orang tua, Yung dan Noya resmi mengikat janji suci. Tidak ada lagi perjalanan yang dilakukan sendiri-sendiri; mulai hari ini, ke mana pun Noya ingin "pesiar", Yung akan selalu ada di sampingnya sebagai suami.

The End... and the Start of a Lifetime Journey. 🎉❤️

RSVP, Doa & Ucapan

Konfirmasi Via Whatsapp

Konfirmasi Kehadiran Anda
Melalui Whatsapp Pengantin

Doa & Ucapan

Tuliskan harapan dan doa terbaik Anda
untuk kedua mempelai melalui kolom berikut:

Wedding Gift

Doa Restu Anda merupakan karunia yang sangat berarti bagi kami, Namun jika memberi adalah ungkapan tanda kasih Anda, Anda dapat memberi kado secara cashless.

No. Rekening

7065146444

a.n Yohanes Santoaryo Agung

Terima Kasih

Merupakan suatu kebahagiaan dan kehormatan bagi kami, apabila Bapak/Ibu/Saudara/i, berkenan hadir dan memberikan do’a restu kepada kami.

KAMI YANG BERBAHAGIA

Yung & Noya

Our Wedding Vendors

Copyright 2025 by Inviding.id - All Rights Reserved

Info Utama

Tentang Kami

Inviding.id adalah penyedia layanan kreatif yang bergerak di bidang pembuatan undangan digital berbasis website dan video. Kami hadir sebagai solusi modern bagi Anda yang menginginkan cara praktis, hemat biaya, namun tetap eksklusif dalam mengundang orang-orang terkasih ke momen spesial seperti pernikahan, tunangan, ulang tahun, hingga acara korporat.

Hubungi Kami

Jika ada hal yang ingin sampaikan atau ada pertanyaan hubungi kami,

Metode Pembayaran

Ketentuan order: DP 50% dari harga tema untuk booking antrean. Sisa pembayaran dilakukan saat undangan siap. Kami menerima pembayaran melalui transfer bank dan dompet digital.

Menu Utama

Undangan Website

Tekan untuk membuka daftar tema undangan website link

Undangan Vidio

Tekan untuk membuka daftar tema undangan video mp4